Ini adalah baju pengantin adik.. simple aja.. dia pakai masa kenduri rumah pihak lelaki... Kendurinya dah lama, tp baju pengantin dia ni, kak ngah yg simpan, untuk sample..maklum aja, tak ada baju sample kat tangan. semua online - siap ambil..
Memenuhi permintaan anda, merangkumi perkhidmatan jahitan, makanan tambahan, perhiasan rumah, kuih tradisional dan lain-lain lagi...
Monday, October 4, 2010
Rimbun Lalang...
Alhamdullah...siap juga, walaupun selepas empat hari....mula2 buat bunga lalang...tp, nmpak kosong, so kak ngah tambah lg jalur bunga nie, akhirnya, jadilah rimbun lalang, sebab dah terover load la pulak...
Ini lah Rimun Lalang yang pertama...
Ini lah Rimun Lalang yang pertama...
Wednesday, September 29, 2010
JANGAN BUKA AIB ORANG
| "Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju syurga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Allah akan menyelimuti mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya." (HR Muslim) Kesimpulannya : 1. lebih baik menjaga aib saudara sendiri, daripada membukanya. 2. bila mana teman anda mempunyai kekurangan, hal yang lebih utama dilakukan adalah bicara empat mata, bukan membicarakannya dengan orang lain. 3. di perlukan kebijaksanaan dan usaha agar kita tidak membicarakan kekurangan dan aib peribadi orang lain di hadapan khalayak ramai. 4. orang akan lebih mudah menerima nasihat, bila nasihat itu diberikan dengan cara yang baik. Sesiapa yang melakukan dosa sedemikian (syirik, mencuri dan zina) dan dihukum kerananya, maka hukuman itu adalah kifarah baginya. Dan sesiapa yang melakukan dosa sedemikian lalu Allah menutupinya, maka terpulang kepada Allah sama ada untuk mengampunkannya atau mengazabnya. (Shahih al-Bukhari). by: http://halaqah.net | ||||||||
| | |||||||||
Saturday, September 25, 2010
Testimoni Penggunaan Green Tea Cholostrum
25.11.2009
Sebelum menggunakan Green Tea Cholostrum
20.09.2010
Selepas menggunakan Green Tea Cholostrum
Spot the different. hahaha dapat tak?
Sebelum menggunakan Green Tea Cholostrum
20.09.2010
Selepas menggunakan Green Tea Cholostrum
Spot the different. hahaha dapat tak?
HATI YANG LEMBUT
Berilah kemaafan jika kawan engkau melakukan sesuatu kesalahan terhadap kau. Dan apabila engkau telah memberi maaf, bererti engkau telah menurut sifat-sifat rasul dan Ambia serta Tuhan sendiri pun ianya amat pengampun dan mengasehani. Ucaplah dengan perkataan yang paling ringan dan amat sederhana tetapi berharga bahawa..."aku memaafkan kau.." Untuk menegak pergaulan hidup sehari-hari agar teguh dan kukuh seharusnya kita mesti memiliki sifat rela memberi kemaafan dan keampunan terhadap kawan-kawan ataupun lawan kita yang melakukan kesalahan itu. Kerap kita bertemu ada orang yang sentiasa berkelahi dan bermusuhan sepanjang masa,tidak pernah bertegor sapa antara satu sama lain. Sebab sambong bersambong, kait berkait hingga beberapa lama tidak kunjung hilang dan padam permusuhan itu ialah oleh orang itu miskin dengan sifat " HATI YANG LEMBUT".
Oleh itu ada hati lembut inilah pula kadangkala kesalahan yang kecil berbunga dan besar hingga berlanjut musim pula bagaikan api dalam sekam. Sebenarnya bukanlah rugi kita menjadi sebagai seorang pemaaf. Kerana memberi maaf itu adalah sebagai kita memberi ubat pada hati yang sakit. Barangkali dengan jasa baik kemaafan itu akan menjadi kawan kita lebih setia dalam pergaulan, lebih kukuh tali persaudaraan tersimpul kerana memberi maaf itu bukanlah satu soal kecil atau main-main dalam membina persahabatan yang teguh kukuh. Dalam hidup ini biarlah kita banyak memberi maaf dari menyimpan rasa benci dan marah terhadap seseorang. Kerana kemaafan belas kasihan ucap kata-kata baik itu adalah ajaran Tuhan. Sedang api kemarahan dan benci itu adalah ajaran Syaitan terkutuk yang menjelma dalam tubuh manusia yang sedang marah.Oleh tidak ada sifat maaf inilah kadang-kadang terjadi sesuatu perkara yang kecil telah menimbulkan kemarahan yang besar dalam dada. Sedangkan perkara itu boleh jadi dilakukannya dengan tidak sengaja oleh kawan-kawan kita.
Jadi dengan perkara-perkara kecil yang terjadi hendaknya biarlah dengan mudah dan senang kita memberi maaf dan biarlah sifat pemaaf itu tetap subur bermukim dihati. Kemaafan adalah suatu perkataan yang amat berharga dan tinggi nilainya. Ada orang berkata bahawa hanya dengan kemaafan itu saja yang sanggup memanjangkan umur cinta dan mengamankan sebuah masyarakat seperti dalam pepatah "KEMENANGAN DAN KEMEGAHAN BUKAN SAJA TERLETAK PADA KESANGGUPAN MEREBAH LAWAN TETAPI DAPAT MELAWAN KEMARAHAN HATI ITU JUGA SUATU KEMENANGAN YANG AMAT BERERTI".
Monday, September 20, 2010
Ilmu dicabut
Dari Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu
saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara
mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan
seorang ulama pun, manusia aka...n mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh
yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu
lalu mereka pun sesat serta menyesatkan.” (Shahih Muslim)
“Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu
saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara
mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan
seorang ulama pun, manusia aka...n mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh
yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu
lalu mereka pun sesat serta menyesatkan.” (Shahih Muslim)
Meneladani Allah Yang Maha Luas
Meneladani Allah Yang Maha Luas
[KH. Abdullah Gymnastiar]
Luaskanlah ilmu, wawasan, dan pengalaman. Kalau kita kaya dengan ilmu maka dunia dengan sendirinya akan menghampiri kita.
Al-Waasi` adalah satu sifat Allah yang tercantum dalam asma`ul husna, yang artinya adalah Allah Yang Mahaluas. Kata Al-Waasi` tersusun dari huruf wau, syin, dan `ain. Setiap kata yang tersusun dari huruf-huruf ini menjadi antonim dari sempit atau sulit. Dari sini lahir makna-makna seperti "kaya", "mampu", "luas", "meliputi", "langkah panjang", dan sebagainya.
Allah adalah Dzat Yang Mahaluas. Luasnya kekuasaan Allah sungguh tidak terbatas, meliputi semua yang ada di langit dan di bumi. Allah Mahaluas Keagungan-Nya, sehingga Ia kuasa memuliakan siapa saja yang Ia kehendaki tanpa berkurang kemuliaan-Nya. Allah Mahaluas rezeki-Nya, sehingga Ia mampu memberikan karunia kepada semua makhluk tanpa berkurang sedikit pun kekayaan-Nya. Allah Mahaluas ilmu-Nya, sehingga Ia mengetahui segala sesuatu tentang ciptaan-Nya sampai hal sekecil-kecilnya. Ia mengetahui lintasan hati setiap manusia. Ia mengetahui jalannya seekor semut hitam yang merayap di batu hitam saat tengah malam yang kelam.
Ternyata, luas-Nya Allah itu berbeda dengan luasnya manusia. Luasnya dalam pandangan manusia selalu dibatasi ukuran. Lapangan sepakbola itu luas, namun bisa dihitung dalam meter. Seorang profesor pasti memiliki ilmu yang luas, namun luasnya ilmu profesor pasti berbatas dan hanya pada satu segi. Luas dalam pandangan Allah tidak dibatasi ukuran atau dimensi waktu. Ia laitsa kamitslihi syai`un; tidak bisa diserupai makhluk. Intinya, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini ada dalam genggaman Allah. Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di alam ini.
Hikmah apa yang bisa kita ambil dari sifat Allah ini? Kita layak meniru sifat Allah ini dengan meluaskan ilmu, pengetahuan, dan wawasan dengan banyak menyimak, membaca, dan bergaul dengan para ulama. Makin luas ilmu kita, akan makin bijak pula kita, makin mudah menghadapi hidup, dan makin paham pula kita akan arah hidup. Keluasan ilmu dan pengetahuan akan memudahkan kita menyikapi masalah dengan cara tepat. Ingin jadi orang bijak, ingin bahagia dan mulia, maka luaskanlah ilmu, wawasan, dan pengalaman. Kalau kita kaya dengan ilmu maka dunia dengan sendirinya akan menghampiri kita.
Dengan meneladani sifat Al-Waasi` ini, kita pun harus belajar mengubah sudut pandang kita dalam hidup. Jangan memandang harta di atas segalanya. Harta memang rezeki dari Allah, tapi itu adalah tingkatan yang paling rendah. Kekayaan ilmu, kekayaan hati yang bersumber dari kekayaan iman jauh lebih tinggi di atas harta. Karena itu, kita jangan bangga dengan sesuatu yang rendah. Bukankah penjahat pun diberikan harta.
Yang tak kalah penting, kita pun harus memiliki keluasan hati. Suasana hati akan menentukan bahagia tidaknya hidup kita. Sehingga kita harus melatihnya agar senantiasa lapang. Berlatih untuk tidak mudah tersinggung, tidak mendramatisasi masalah, mudah memaafkan, dan menyadari bahwa yang dilakukan orang lain tidak akan selalu sesuai dengan kehendak kita, adalah sebagian cara untuk mendapatkan kelapangan hati. Makin luas sebuah lapangan, makin sulit terjadi gesekan. Ilustrasinya, di lapangan yang luas kita tidak takut dengan seekor tikus, kecoa, atau ular. Namun, akan beda rasanya jika kita bersama hewan-hewan tersebut di kamar kecil.
Rumusnya "2B2L" dapat pula dijadikan formula untuk menciptakan keluasan hati, terutama saat bergaul dengan orang lain. "B" pertama bijak terhadap kekurangan dan kesalahan, "B" kedua adalah berani mengakui kelebihan dan jasa orang lain. "L" pertama adalah melupakan jasa atau kebaikan diri. Dan "L" kedua adalah mampu melihat kekurangan dan kesalahan diri. Wallahu a`lam.
Subscribe to:
Posts (Atom)











